Doktrin Kristus (kesimpulan dari berbagai sumber)

Jesus Face

Nama-nama dan Natur-natur Kristus.
A. Nama-nama Kristus
Nama-nama Kristus memiliki beberapa tujuan; beberapa di antaranya menyatakan Natur Kristus, kemudian menyatakan kedudukan dan JabatanNya, serta menyatakan tujuan Kristus datang ke dalam dunia.
1. Nama “Yesus”. Yesus diberikan nama “Yesus”karena melaluiNya Allah bertindak untuk menyelamatkan umat manusia. Nama ini berasal dari beberapa akar kata, misalnya; yasha dan hoshia yg berarti “menyelamatkan”.
2. Nama “Kristus”. Kristus adalah suatu gelar, bukan nama pribadi. Nama “Kristus” pertama kali dipakai untuk menunjuk Tuhan kita dalam bentuk kata benda dengan kata sandang.
3. Nama “Anak Manusia”
Yesus memakai nama ini untuk menunjuk dirinya, dan lebih dari 40 kali pemakaian nama ini dicatat oleh Injil, Yesus menggunakan nama ini untuk menutupi keMesiasanNya sekaligus mengungkapankannya.
4. Nama “Anak Allah”. Nama ini ditunjukkan kepada Yesus dalam empat pengertian yang berbeda
- Jabatan atau mesianik, sebagai penjabaran jabatan Yesus dan bukan untuk menunjukkan naturNya.
- Tritunggal, dipakai untuk menunjukkan Keilahian Yesus.
- Kelahiran, disebut juga Anak Allah berkenaan dengan kelahiranNya yang supranatural.
-
5. Nama “Tuhan” (Kurios). Kepada Kristus ada tiga penerapan nama “Tuhan”; pertama sebagai sapaan yang hormat dan sangat menghargai, misalnya dalam mati 8:2. Kedua sebagai pernyataan kepemilikan dan otoritas. Ketiga, menyatakan sifat yang sangat dimuliakan dan sama dengan nama Allah.

B. Natur-natur Kristus
Sejak masa yang paling awal dan terutama sejak konsili Chalcedon gereja mengakui doktrin dua natur Kristus. Karena manusia berdosa, maka hukuman dosa haruslah oleh manusia juga. Hal itu yang menjadi alasan Yesus mengambil natur manusia. Kemanusian Yesus dibuktikan dalam Alkitab, misalnya matius 26:26, Lukas 23:46, dll. Dalam rencana keselamatan dari Allah sangatlah penting bahwa Pengantara Allah itu harus juga Allah sendiri. Manusia tidak dapatmenanggung dan tidak dapat membayar upah dosa atau melakukan ketaatan dengan sempurna. Alkitab menunjukkan Keallahan Kristus dengan sangat jelas, misalkan dalam; yesaya 9:6, Daniel 7:13, Roma 1:7, termasuk Injil Sinoptik, serta kesadaran diri Yesus sendiri.

Kesatuan Pribadi Kristus
Kebenaran Agung yang adalahbahwa anak Allah yang kekal mengambil bagi diriNya sendiri kemanusiaan kita.
Istilah natur menujuk pada arti yang menyeluruh kualitas esensial dari sesuatu, yang menjadikan sesuatu sebagaimana dia ada.
Istilah Pribadi menunjuk kepada substansi yang lengkap yang diperlengkapi dengan pikiran,dan tentu saja subjek yang bertanggungjawab atas tindakan-tindakannya sendiri.
Menurut yang dipercayai Gereja, hanya ada satu pribadi saja dalam diri Yesus (Pengantara): Logos. Inkarnasi menjadikanNya pribadi yang kompleks, yang terdiri dari dua Natur. Ia adalah Allah-Manusia. Natur kemanusiaan Kristus tidak membentuk pribadi manusia. Logos tidak mengambil pribadi manusia. Kedua natur Kristus disebutkan dalam ALkitab sebagai satu kesatuan dalam satu pribadi. Yesus tidak pernah memakai bentuk jamak untuk menyebut diriNya. Keilahian bukan sesuatu yang abstrak, tetapi konkrit, yaitu pribadi Ilahi, Anak Allah, yang disatukan dalam natur manusia.
Tidak ada perubahan penting dalam natur ilahi, natur ilahi tidak mungkin mengalami penderitaan dan kematian, bebas dari ketidaktahuan, dan sama sekali tidak memiliki kelemahan dan pencobaan. Hasil dari Inkarnasi adalah bahwa juruselamat Ilahi mungkin tidak tahu atau lemah, dapat dicobai, dapat menderita dan mati, bukan dari natur Ilahi-Nya, akan tetapi penurunannya, berkenaan dengan atur manusia yang dimiliki-Nya.
Manusia memiliki dua substansi, materi dan roh. Sangat erat hubungannya tetapi tidak bercampur. Segala sesuatu yang terjadi dalam tubuh dan jiwa dikatakan terjadi pada pada pribadi itu, demikian juga segala sesuatu yang terjadi pada kedua natur Kristus dikatakan juga terjadi pada pribadi itu.

Keadaan Kristus
Keadaan adalah Keadaan adalah posisi atau status kehidupan seseorang, terutama hubungan forensic dimana seseorang berdiridihadapan hukum.
Kondisi adalah cara keberadaan seseorang, terutama ditentukan oleh lingkungan kehidupannya.
Dalam keadaan yang hina Kristus berada dibawah hukum, tetapi dalam keadaan yang mulia Dia bebas dari hukum.
Teologi reformed membedakan dua elemen kehinaan Kristus:
1. Kenosis (pengosongan, exinanitio), dimana Yesus menyingkirkan keagunganNYa dan mengambil rupa seorang hamba.
2. Tapeinosis (Humilatio), dimana Yesus menjadi subjek tuntutan dan kutukan hukum, dan dalam seluruh hidupNya selalu taat dan menderita sampai mengalami kematian yang hina.
Inkarnasi Yesus Kristus
a. Subjek Inkarnasi, Buakn Allah Tritunggal, tetapi pribadi kedua dalam Allah Tritunggal, yang mengambil natur manusia. Firman yang menjadi daging bukannya Allah yang menjadi manusia.
b. Perlunya Inkarnasi. Hanya ada satu rencana Allah, dan rencana itu mencakup dosa dan Inkarnasi sejak semua, seperti juga karya penebusan, bukan berdasarkan dosa akan tetapi berdasarkan kemurahaan Allah. Inkarnasi dikaitkan dengan arti pentignya karya penebusan.
c. Perubahan yang dihasilkan dalam inkarnasi. Keberadaan esensial-Nya tidak berubah baik sebelum maupun sesudah Inkarnasi. Kata daging yang dipaki disini mengandung arti natur manusia.
d. Inkarnasi menjadikan Yesus salah satu umat manusia
e. Inkarnasi dimungkinkan oleh peristiwa kelahiran yang supranatural dan kelahiran anak dara.
f. Inkarnasi itu sendiri adalah bagian dari kehinaan Kristus.
Merupakan suatu kehinaan bahwa Logos mengambil natur manusia walaupun bebas dari kecemaran dosa.
Penderitaan Sang Juruselamat
a. Ia menderita sumur hidupNya didunia.
Penderitaan yang dimulai sejak awal Inkarnasi dan memuncak pada masa akhir hidupNya. Kemurkaan Allah atas dosa menghambur kepadaNya
b. Ia Menderita secara tubuh dan jiwa.
c. PenderitaanNya berasal dari berbagai sebab
d. PenderitaanNya sangat unik
e. penderitaanNya dalam pencobaan
Kematian Sang Juruselamat
Kematian Kristus menyatakan diri dalam kesadaran manusiawi Sang Pengantara sebagai perasaan ditinggalkan Allah. Kematia berarti penarikan diri Tuhan dan berkat-berkat Kehidupan dan kebahagian manusia dan Tuhan datang menjumpai manusia dalam murka Allah. Secara yuridis, Yesus menggenapai tuntutan hukum tertinggi dengan disalib.

Keadaan kemuliaan Kristus
Keadaan kemuliaan Kristus dianggap sebagai akibat yuridis keadaan kehinaanNya.
Tingkatan kemuliaan kristus
1. Kebangkitan . Pernyataan Bapa bahwa musuh telah dikalahkan, upah dosa telah dibayardan syarat-syarat kehidupan yang dijanjikan telah terpenuhi. Melambangkan sesuatu yang telah ditetapkan untuk terjadi pada anggota tubuh Kristus , terkait dengan pembenaran, kelahiran kembali dan kebangkitan akhir.
Pencipta kebangkitan. Kebangkitan Kristus yang disebut sebagai karya Allah
2. Kenaikan ke sorga. Korban Kristus sama artinya dengan korban bagi Allah. Suatu perbuatan bagi kenaikan seluruh orang percaya kepada sorga. Kebangkitan adalah alat untuk mempersiapkan tempat bagi mereka yang ada dalam Kristus.
3. Duduk disebelah kanan Bapa.
4. Kedatangan Kristus. Yesus akan datang kembali untuk kedua kalinya untuk menghakimi dunia dan menyempurnakan keselamatanNya.
Bagian 3 jabatan-jabatan Kristus
1. Jabatan kenabian
Seorang nabi adalah seorang yang melihat banyak hal, yaitu orang yang mendapat wahyu, melayani Tuhan, terutama sebagai seorang utusan, dan yang berbicara dalam nama-Nya. Tugas para nabi adalah mengungkapkan kehendak Allah kepada orang-orang. Dalam ulangan 18:15 Yesus telah disebutkan lebih dahulu sebagai nabi. Bahkan Yesus sendiri menyebut diriNya sebagai nabi dan membawa pesan dari Bapa. Yesus adalah nabi, lihat Matius 21:11,46.
2. Jabatan keimaman
Imam mempunyai hak khusus untuk menjumpai Allah dan berbicara serta bertindak atas nama umatnya. Imam dapat dipilih oleh umat atau diplih oleh Allah sendiri, pekerjaan khusus imam adalah memberikan persembahan dan korban karena dosa. Imam juga bersyafaat bagi umat dan memberkati mereka dalam nama Tuhan.
Surat Ibrani menyebutkan berkali-kali bahwa Yesus adalah imam.
Karya keimaman terbesar Kristus adalah mempersembahklan korban yang cukup bagi seisi dunia. Kristus tampil sebagai Imam sekaligus korban dalam karya keselamatanNya. Oleh pengorbananNya, Ia memperoleh penebusan yang sesungguhnya dan sempurna.
3. Penyebab dan perlunya penebusan
- Penyebab yang menggerakkan korban penebusan Kristus
a. Kehendak Allah. Hal ini terlihat dalam Yohanes 3:16. Kristus sendiri adalah buah dari kemurahan Allah.
b. Gabungan kasih dan keadilan Allah.
- Bukti-bukti perlunya penebusan.
a. Allah berkenan akan kebenaran dan kekudusan ilahi, dan harus menghukum dosa. Hal ini jelas bahwa kepentingan penebusan keluar dari natur ilahi.
4. Natur penebusan Kristus
Tujuan penebusan Kristus adalah untuk meredakan murka Allah dan mendamaikan Dia dengan orang berdosa. Allah menunjuk seorang pengganti dalam diri Yesus Kristus untuk mengganti kedudukan orang berdosa. Penebusan ini menyangkut ketaatan Kristus secara aktif dan pasif. Melalui ketaatanNya yang aktif ia mengangkat umatNya yang jatuh dalam dosa.
Tanggapan
Tritunggal merupakan hal yang paling sulit dimengerti dan dipahami, terlebih lagi cara untuk menjawab pertanyaan tentang Tritunggal. Penjelasan tentang Kristus cukup banyak membantu dalam menerangkan teori tersebut.
Betapa berharganya karya Kristus tidak cukup dipahami bahwa hal tersebut adalah bagian dari kasih Allah, namun hal tersebut belum cukup sebelum kita memahami bahwa itu adalah bagian dari keadilan Allah. Manusia tidak mempunyai daya untuk membayar utang dosa, tapi hal tersebut tetapa harus dibayar. Allah sendiri yang menyediakan korban bagi memenuhi keadilan dan kasih kepada dunia.
Kristus dalam jabatan-jabatanNya memenuhi ketaatan dan kesempurnaan, serta sifat tanpa dosa yang memampukan Ia menjadi korban yang sempurna dan cukup untuk menebus seluruh umat berdosa.
Berbicara tentang Penebusan Tuhan, maka kita tidak boleh melupakan Perjanjian-Nya. Perjanjian itu sendiri merupakan hubungan antara Allah dan manusia. Perjanjian yang pertama tergantung pada ketaatan manusia terhadap hukum. Kalau manusia melanggar hukum, maka perjanjian itu akan menjadi batal, tetapi kalau manusia taat pada hukum maka Perjanjian tersebut berlangsung terus. Kita harus ingat bahwa bagi penulis Surat Ibrani agama berarti jalan masuk kepada Allah, oleh sebab itu arti pokok dari “Perjanjian” yang di sahkan oleh Yesus Kristus adalah supaya manusia dapat sampai kepada Allah atau dapat bersekutu dengan Allah. Tetapi justru di sini terdapat kesulitan, sebab manusia yang datang pada pada “Perjanjian” yang baru ternyata sudah penuh dengan noda dan dosa. Melalui ritual (upacara) korban yang lama tidak berdaya, itu sebabnya perlu ritual (upacara) korban yang baru, yakni melalui Yesus Kristus. Itulah yang kita sebut dengan Karya Penebusan Kristus. Hari ini kita akan coba menelusuri, apa sesungguhnya makna Karya Penebusan Kristus melalui perjanjian-Nya

About these ads

About chris2ade

saya orang yang biasa aja. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.