Freud

Kecenderungan bahwa sekarang ini kita semua berbicara dengan mengadopsi pemikiran-pemikiran Freud, secara benar ataupun salah. Sangat sering kita merujuk pada konflik oedipal, sibling Rivalry, Narsisme, dan Slip of Tounge Fruedian. Tapi sebelum kita bicara hal-hal tersebut ( seolah penuh kewenangan) kita harus membaca tulisan-tulisannya (Freud-red) dengan penuh perhatian

Peter gay –

Sigmun Freud adalah seorang neurolog Austria yang sekaligus adalah pendiri salah satu aliran dalam psikologi yaitu aliran Psikoanalisis, gerakan yang mempopulerkan teori bahwa motif tak sadar mengendalikan sebagian besar perilaku. Freud juga dikenal sebagai ahli Psikoseksual. Ia memberikan pernyataan pada awalnya bahwa prilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas pada awalnya (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari Ibunya. salah satu bukunya yang sangat fenomenal adalah ” Interpretations of Dream” yang diterbitkan pada tahun 1890. Untuk menulis buku ini, Freud menganalisis mimpinya sendiri secara lengkap. Sekali lagi, pada tahun 1902, Freud mengejutkan dunia psikologi dengan mengemukakan teorinya tentang perkembangan psikoseksual (Psychosexual development) yang mengatakan bahwa seksualitas adalah faktor pendorong terkuat untuk melakukan sesuatu dan bahwa pada masa balita pun anak-anak mengalami ketertarikan dan kebutuhan seksual. teori inilah yang akan kita bicarakan selanjutnya.Sigmund Freud, lahir di Freiburg Austria, pada tanggal 6 Mei 1856. Kota Freiburg adalah adalah kota yang penduduknya mayoritas Moravia. Freud adalah seorang Jerman Keturunan Yahudi dengan nama kecil

Sigismund Schlomo. Pada usia 4 tahun Freud pindah ke Vienna ibukota Austria dan menghabiskan sebagian besar hidupnya disana. Pada tahun 1923, Freud terserang kanker, hal ini disinyalir karena kebiasaannya merokok yang agak berlebih dan memaksanya untuk melakukan lebih dari 30 kali operasi selama kurang lebih 16 tahun. Dan ketika Jerman menginvasi Austria tahun 1938, Freud terpaksa melarikan diri ke London, Inggris dan akhirnya meninggal di sana setahun kemudian, tepatnya tanggal 23 September 1939.

Teori dan perbandingan

Freud membangi perkembangan manusia dari balita menjadi suatu organisme utuh menjadi beberapa tahapan. 3 zona pertama dikategorisasikan berdasar bagian tubuh yang berfungsi sebagai sumber primer kenikmatan.

Tahapan Oral, terjadi atau berlangsung pada usia 0-1 tahun. Kenikmatan yang timbul akibat reaksi kegiatan memasukkan sesuatu ke dalam mulut dan sekitarnya, seperti; makan, minum, mengunyah dan lainnya. Ini adalah gambaran manusia dikemudian hari seperti keserakan dan agresifitas.

Tahapan Anal, berlangsung pada usia 1-2 tahun. Belajar untuk buang air besar, berusaha mengeluarkan dan menahan feses adalah prototipe manusia kelak seperti tak bertanggung jawab atau pelit.

Tahapan Phallic, tahapan ini berlangsung pada usia 2-5 tahun. Kenaikan dorongan seksual pada anak, mengarahkan anak pda perkembangan Oedipus complex. Pada laki-laki, mulai muncul rasa persaingan dengan ayah dan mengarah pada kebencian dan dorongan incest kepada ibu, diikuti rasa takut kastrasi pada ayah, yaitu rasa takut terhadap ayah karena kepemilikan penis. Pada perempuan, timbul rasa iri akan kepemilikan penis dan menjadikan ayahnya sebagai objek seksual. Kedua complex ini akan perhalan hilang seiring kedewasaan dan kesadaran akan ketidakmungkinan memilki ayah atau ibu .

Pada masa ini berkembang suatu elemen yang sangat penting dalam psikis manusia yaitu superego, elemen ini yang berfungsi sebagai “jaring moral” yang menentukan apa yang harus dan tidak seharusnya dilakukan

Latency, berlangsung pada usia 5-12 tahun. Terbentuknya rasa malu dan jijik sebagi bentuk ideaslisme esentrik dan moral yang menghambat energi seksual.

Genital, berlangsung pada usia 12 tahun keatas. Mulai muncul ketertarikan atau mencintai orang-orang lain akibat dari dorongan motif-motif altruistik, ditandai dengan munculnya sifat-sifat sosial, seperti; cita-cita untuk membangun keluarga, daya tarik seksual, sosialisasi.

Menurut Freud , religuitas adalah fenomena psikilogis manusia memproyeksikan ayah dunia ke ayah adi dunia. sulitan Kepercayaan tentang Tuhan dapat ditelusuri dalam masa phallic dimana anak dihantui oedipus complex berupa ketidak berdayaan menyalurkan hasrat, rasa takut akan kemungkinan kastrasi dan rasa bersalah yang diselesaikan dengan identifikasi dengan otoritas ayah. Saat manusia beranjak dewasa persoalan menjadi makin kompleks yang sangat sulit untuk diselesaikan sendiri. Rasa ketidakberdayaan membawa manusia ke kondisi infaltiknya. Menginginkan rasa aman akibat proteksi ayah. Tuhan personal muncul sebagai proyeksi figur ayah pada masa phallic yang otoriter. Apabila rasa takut kastrasinya hilang saat anak menuruti perintah dan larangan ayahnya, maka kekuatiran akan keekonomi akan hilang tatkala manusia menyerahkan diri pada tuhan secara personal. Menurut Freud Religiusitas merupakan tanda belum beranjaknya manusia dari tahap phallic yang mana perilaku manusia dikendalikan oleh rasa takut dan rasa bersalah, dengan menyerahkan semuanya kepada ayah merupakan satu-satunya jawaban

Teori freud menuai banyak kritik dari berbagai bidang ilmu, termasuk dari ahli psikologi akademik dan dari ahli psikoanalisis lainnya, namun itu tidak serta-merta mematahkan teori-teori ang dikemukakan, karena teori-teori tersebut banyak mempengaruhi ahli-ahli yang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: