cerita lama

Cerita ini adalah kisah sewaktu kelas 1 SMU. Saya bersekolah di SMA Neg. 1 Polewali, POLMAS (sekarang POL-MAN, SUL-BAR). Cerita tentang kisah cinta teman kelasku Haryo (nama samaran), yang sangat-sangat mencintai Angel (Samaran juga). Koq pake nama samaran? Kisah ini jarang ada yang tahu. Bisa dibilang cuma aku dan pasangan itu yang tahu detailnya.
Aku kenal Haryo sejak lama, walau gak begitu dekat, tapi untuk urusan cinta dia payah. Aku tahu itu sebelum dia kenal Angel. Kadang dia gak bisa nahan diri untuk menyatakan perasaannya ke cewek yang dia suka, kadang juga malah gak berani ngomong sama sekali. Urusan PDKT juga dia payah. Kadang berlebihan, jadi bikin cewek2 jadi ilfil, kadang juga super cuek. Aduh. . .aku bingung gimana jelasinnya kalau dia tuh payah banget.
Aku kenal Angel setelah kejadian dengan Haryo, akhirnya kami jadi sahabat baik. 3 tahun setelah pernikahannya, dia masih kirim surat ke aku. Surat tentang apa yang dia rasakan dipernikahannya. Bukan hal yang mudah, dia dijodohkan. Bergulatan antara cinta dan ketaatan kepada orang tua dan norma. Fuiihh. . . .aku kadang protes, zaman gini????
Kelas 1 SMA, aku sekelas lagi dengan Haryo, setelah bertahun-tahun kami selalu sekelas. Jam istirahat siang biasanya kami para cowok ngumpul2 ngomongin cewek2. Nah. . jam istirahat hari itu terasa lebih special, waktu kami lagi ngobrol,si angel lewat sambil tersenyum, gila. . .manis banget. Aku aja sempat bergetar2. akhirnya terjadilah kesepakatan jahat, kami menantang Haryo. Kalau dia bisa dapatin Angel dalam 1 minggu, kami akan traktir dia makan dimana aja yang dia mau. Aku sendiri nawarin duit 100rb, kalau dia berhasil (100rb waktu itu lumayan tinggi nilainya, aku harus nabung sebulan buat dapat 100rb). Kami semua yakin banget haryo gak bakalan berhasil, karena kami semua tahu kalau Angel sudah bertunangan. Tepatnya djodohkan.
“ aku terima tantangan kalian..” jawab Haryo dengan keyakinan penuh.
“ kamu serius? Kalo kamu kalah, kamu harus traktir kami satu kelas” aku nantang lagi.
“ kalian pikir saya banci?”
“ bukan gitu” balas Adi (teman satu gang).
“kalo kamu berani, ya kita bikin kesepakatan” aku motong omongan Adi.
“OK, satu minggu lagi kalian akan bangkrut. Terutama si mail sombong!!!!!” gertak Haryo.
Kesepakatan terjadi setelah hampir terjadi perkelahian.
Temen2 nunjuk aku jadi pengawas perkembangan mereka. Dari situlah aku kenalan dengan Angel, cewek manis, menarik, kalau ketawa cuma mengeluarkan sedikit suara, tapi sering. Aku rasa semua cowok2 sepakat dengan aku, kalo angel punya senyuman yang mematikan. Hari kedua sejak kesepakatan kami cowok2, angel telpon aku n’ ngaku kalau Haryo udah nembak.
Telpon secepatnya aku tutup dan telpon teman2 yang lain.
“Adi, si payah Haryo udah nembak. . .!!! gila gak tuch??”
“serius??” balas Adi singkat
“Duitku!!!” lanjut Adi. .
“ hei oon, tenang dulu. Baru nembak koq, belum diterima.” Aku mencoba menenangkan.
Aku juga ketakutan, duit 100rb itu lebih bak aku pake buat deketin Nancy, cewek idamanku sejak SMP. Gak gampang nabung tuh. Masak mo dikasih ke Haryo dengan percuma. Aku sendiri punya kisah cintaku sendiri.
“ halo, mailnya ada?” suara lembut dari seberang telpon
“aku, ne sapa ya?”
“ne aku angel”
“ohh iya, kenapa jel? Koq tumben?” basa-basiku yang bener2 basi, diakan sering nelpon. Ciri-ciri orang yang takut kehilangan duit.
“aku jadian ma Haryo” suara lembut angel jadi gelegar petir. . .
“tunanganmu gimana?” setelah terdiam beberapa menit, aku akhirnya bisa ngomong lagi.
“aku gak mau mikirin itu dulu, aku lagi pengen bareng orang yang aku sayang, gak boleh ya?”
Dari pembicaraan itu, aku tau kalo Angel udah seneng ma Haryo sejak SMP. Waktu itu ada kegiatan bersama SMP2 se-polewali, disana Angel liat Haryo dan “jatuh cinta”. Saat-saat ini adalah saat-saat yang sangat ditunggu Angel, mendapatkan cinta dari orang yang dia cintai. Tidak peduli kalo dia sudah dijodohkan. Terlihat sangat egois memang. Namun setelah bertahun-tahun berbagi cerita dengan mereka, akhirnya aku mengerti kalo cinta itu harus diperjuangkan. Kadang status menghalangi kita mendapatkan cinta yang kita idamkan. Kadang yang berstatus dengan kita bukanlah orang yang benar-benar kita cintai, walau dengan jujur kita akui bahwa kita menyayangi mereka.
“loh. . .duitnya koq dibalikin?” aku nanya dengan penasaran.
“aku gak butuh, aku sadar kita udah bikin kesalahan. Ternyata aku mencintai Angel.” Jelas Haryo.
“sok banget. . .”

Angel ternyata orang yang sangat teguh pegang pendiriannya, dua hari setelah jadian ma Haryo dia mengaku ke tunangannya. Walau berada di pihak yang dirugikan, tunangan Angel menanggapi semua ini dengan bijak. Dia mampu mengerti posisi Angel dan apa yang memahami apa yang Angel rasakan. Jujur aja dech, kalo urusan dijodohkan rasa gak karuan. Dijodohkan dengan orang yang gak bener-bener kita cinta tuh gak enak.
3 hari perjalanan cinta mereka berdua (Haryo-Angel) bener-bener bikin iri pasangan yag lain. Luapan cinta yang mereka ungkapkan bener2 dech (yang positif loch, jangan mikir yang macam2 !!!!) ternyata hal ini gak berlangsung lama, tunangan Angel yang tadi cukup punya empati sepertinya merasa terancam juga. Si tunangan ne memberi Angel kesempatan untuk memilih. CINTA atau KETAATAN ke orang tua.
Angel langsung cerita ke aku dengan deraian air mata (cie. .. cie. .bahasanya). aku minta ke Angel untuk membahas ini bersama Haryo.
“aku mo jujur” ungkap Angel. Untuk ngomong tiga kata itu Angel seperti tercekik.
“ngomong aja, aku siap dengerin” jawab Haryo.
“aku udah punya tunangan”aku Angel.
“sepertinya hubungan ini gak bisa dilanjutin lagi. . . .maafin aku”
“aku mencintaimu Haryo. Tapi ini udah kesepakatan keluarga” lanjut angel
.
.
Haryo terpukul luar biasa,dia jadi diam sepanjang minggu itu.
Aku ditunjuk untuk mengurusi theater sekolah yang baru terbentuk dan akan pentas untuk kunjungan persahabatan, aku ngajak haryo untuk bergabung. Walau gak jago-jago banget, Haryo actor yang cukup berbakat.
Seminggu sebelum pentas, guru Pembina manggil aku ke ruang guru. awalnya aku mikir dia akan bertanya tentang persiapan kami, ternyata ada seorang yang pengen bergabung dengan kami dan minta tolong dicarikan peran untuk penampilan pertama kami. Aku kebingungan, mana ada peran untuk orang baru? Kecuali sekedar berdiri dan mangut-mangut di ats panggung. Mengejutkan Ibu Pembina setuju.
“siapa si, bu?”
“si Angel, kemarin dia datang ke rumah, minta di ikutkan dalam performance ini. Harap kamu mengerti il, sebentar lagi dia akan keluar dari sekolah untuk menikah” jelas Ibu Pembina.
“trus tujuannya apa,bu?
“you know lah!!”
“ ya udah bu, nanti sore kita latihan lagi, kalo bisa si dia harus datang, cz aku harus mikirin posisi dia dipanggung. Aku mo jelasin dulu ke temen2 yang lain, mudah2n mereka bisa maklum.”
Beneran, siang itu Angel langsung nemuin aku n’ say thank’s. tujuannya memang untuk bisa lebih dekat dengan Haryo. Ku rasa ini kesempatannya yang terakhir, jadi dia mau manfaatkan setiap momen. Angel ninggalin surat buat aku dan satu surat lagi buat haryo. Surat buat aku singkat sekali
Dear mail,
Thank’s udah nagsih aku kesempatan untuk bisa deket dengan Haryo. Aku kangen banget ma dia.
Aku mungkin sedikit egois, tapi aku gak mo lihat Haryo bareng cewek lain. Paling tidak ampe aku keluar dari sekolah. Aku gak bisa kuat hadapi itu.
Temanmu
Angel
Haryo sepertinya tahu hal itu. Aku tahu ada tiga orang cewek yang seneng ma dia, tapi tidak dipertimbangin sama sekali. Dia gak pacaran sebelum Angel menikah.
Pertengahan tahun, waktu kami udah kelas 2 SMA. Undangan pernikahan Angel tiba juga dikelas kami (sekali lagi aku sekelas dengan haryo). Haryo terlihat mencoba untuk tegar.
Setahun setelah itu, angel kirim surat ke aku. Kali ini hanya satu dan buat aku. Surat yang inipun singkat.

Dear mail,
Apa kabar? Aku denger2 kamu sekarang di panggil Chris. Kok bisa?cerita ya.
Setahun pernikahanku, aku terus protes ma keadaan. Aku gak bahagia. Kenapa aku gak diberi kesempatan untuk memilih?
Aku masih terus menunggu ada perubahan. Doakan aku ya. . .
Haryo sehatkan?

Temanmu
Angel

Kasihan Angel. . .
Dua tahun berikutnya, aku gak denger kabar dari Angel lagi. Gak pernah nelpon maupun surat. Tahun 2002, sebelum Ebtanas, papa ngasih aku surat yang dialamatkan ke rumah. Surat tanpa nama dan alamat pengirim.

Dear mail,
Apa kabar? Aku bangga sekali ma kamu, temen2 cerita kamu dipindah ke Makassar, ikut kelasnya orang-orang pinter se sulsel. Belajar yang rajin, Aku tahu kamu bukan orang yang pinter-pinter banget tapi kamu tekun. Jangan bikin malu sekolah kita. Di Makassar, tinggal dimana?
Sekarang aku sudah bisa terima keadaanku, dan selalu mencoba untuk mencintai suamiku. Mungkin dialah yang terbaik dalam hidupku. Walau aku mencintai Haryo, kami belum tentu bahagia kalo bisa bareng.
Itu aja yang bisa aku cerita, doakan aku terus ya.
Oia. . .sekarang kami udah punya anak, namanya Christian. Berharap bisa setekun kamu, chris.

Sahabatmu
Angel

Surat ini kabar terakhir dari Angel, sampai saat ini aku gak pernah lagi kabar tentang dia.
I love you my friend. .

Cerita ini gak sepenuhnya cerita tentang Angel, tapi garis besarnya tentang mereka berdua. .
Thank’s buat Halida yang udah jadi inspirasi cerita ini. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: