Bersyukur

Kata bersyukur sering sekali menjadi topik dan saran dari para motivator, baik motivator rohani maupun motivator umum. Bersyukur dan berpuas diri adalah dua kata yang memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Kali ini saya tidak akan membahas tentang definisi bersyukur dan berpuas diri, perbedaannya, ataupun bagaimana bersyukur. Kali ini saya akan membahas lawan berat dari bersyukur, yaitu tidak bersyukur. Tidak bersyukur saya definisikan sebagai bentuk ketidakpuasan atas capaian atau keadaan yang terjadi, hal ini disertai ketidakmampuan melihat hal baik dalam hidup. Dengan kata lain tidak bersyukur saya ringkas dalam kata “tidak tahu berterima kasih”.

Berikut ini adalah penyebab tidak berterima kasih:

  1. Kepahitan, banyak sekali definisi kepahitan, di sini saya mendefinisikan kepahitan sebagai akumulasi sakit hati yang tidak sembuh. Kepahitan mengakibatkan hilangnya sense of trust dalam diri seseorang, yang muncul adalah rasa curiga berlebihan. Ketidakhadiran sense of trust mengakibatkan seseorang menganggap segala bentuk kebaikan itu adalah perangkap.
  2. Perubahan kondisi hidup, sebagai contoh, seseorang yang awalnya susah kemudian menjadi kaya, dan secara tragis menjadi susah lagi. Tidak semua orang yang menghadapi hal tersebut menjadi tidak tahu bersyukur. Ketidaksiapan mengalami perubahan itulah yang menjadikan seseorang menjadi tidak bersyukur.
  3. Rasa mampu melakukan segala sesuatu, dalam keadaan ini seseorang merasa mampu melakukan segala sesuatu dan memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bantuan orang lain, bahkan bantuan Tuhan.

Ada sebab, ada akibat. Jika ada penyebab seseorang tidak berterima kasih maka ada juga akibat tidak berterima kasih.

  1. Mengeluh sepanjang waktu. Tiap hal yang terjadi dengan pasti selalu diikuti dengan keluhan. Keluhan di tiap hal. Sadar atau tidak terlalu banyak mengeluh membuat orang lain tidak tahan berdekatan dengan kita.
  2. Kehilangan kemampuan untuk melihat hal indah dalam hidup, hal ini disebabkan pemikiran yang menganggap semua hal itu salah.
  3. Hilangnya kemampuan untuk menghargai orang lain, bahkan menghargai karya Tuhan dalam hidup. Beberapa teman menamakan akibat ini dengan “tidak bisa lihat orang lain senang/sukses”
  4. Susah membangun sebuah hubungan. Akibat yang ke-4 ini merupakan akumulasi dari akibat 1, 2, dan 3. Hubungan yang dimaksud adalah semua hubungan yang bisa dibangun. Hubungan persahabatan, tetangga, pacaran, suami-istri, bahkan hubungan dengan Tuhan.

Tidaklah bijak jika kita hanya membicara penyebab dan akibat, namun tidak memberi jalan keluar bagi permasalahan tersebut.

Cuma ada satu cara untuk mengatasi tidak bersyukur yaitu dengan bersyukur.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: